Tahap1 : Cara Menghitung Biaya Bahan Baku. Bahan baku adalah bahan yang dibeli dan digunakan untuk membuat produk akhir (barang jadi) yang akan dijual kepada konsumen. Sedangkan biaya bahan baku adalah seluruh biaya yang muncul dalam mendapatkan bahan baku. Biaya bahan baku meliputi harga bahan, ongkos angkut, biaya penyimpanan dan lain-lain.
Mempelajari⏩BEP kadang susah-susah gampang. Kamu gak perlu bingung, ayo baca cara menghitung bep usaha makanan yang mudah ️ dan sederhana ️ ini. Cek yuk! Mempelajari ⏩BEP kadang susah-susah gampang. Gaji pegawai toko milik Abi adalah Rp1.500.000. Tak hanya biaya tersebut, Abi juga butuh biaya pembelian bahan baku, untuk membeli
TenagaKerja = (ST x Output) / Waktu Kerja. Tenaga Kerja = (10menit x 1.000) / 420menit. Tenaga Kerja = 23,8 orang (atau dibulatkan menjadi 24 orang) Maka berdasarkan perhitungan diatas, Untuk menghasilkan Output 1.000 unit dengan waktu 420menit diperlukan Tenaga kerja sebanyak 24 orang.
CaraMudah Menghitung Keuntungan Bisnis Catering. Setelah mengetahui cara memulai bisnis katering, ada bagusnya juga jika Anda belajar cara menghitung keuntungan jualan makanan sebagai berikut: Contoh pesanan untuk kegiatan kecil. Pemasukan per pesanan: Snack: 250 x Rp. 6.000,00 = Rp. 1.250.000. Nasi: box: 250 x Rp. 15. 000 = Rp. 3.500.000
FIFOdimaksudkan agar tidak terjadi kerusakan pada bahan baku produksi karena salah dalam mengambil bahan mana yang harus dimasak atau diproses lebih dulu. Buatlah tanda khusus berupa tanggal dan hari suatu jenis bahan baku produksi seperti daging ayam atau sapi diterima dari supplier dan masuk ke freezer.
Berikutadalah tujuh metode untuk menekan biaya pembelian bahan pada bisnis katering: 1. Kelola Persediaan Anda dengan Cermat. Anda tidak dapat mengontrol biaya bahan baku kecuali Anda dapat menghitung biaya makanan. Manajemen persediaan dalam bisnis kuliner berguna untuk memantau bahan apa yang masuk ke usaha katering Anda, apa yang tersisa
termasukBahan Tambahan Pangan, Bahan Baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman. 2. Pangan Olahan adalah makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. 3.
BahanBaku Catering uplier Gambar 9 : Use Case Diagram File Transaksi Pembelian Bahan Baku Catering d) Use Case Diagram File Laporan Proses Penjualan Jasa Catering dan Pembalian Bahan Baku Catering Kurang maksinal dan tidak Mengetahui menu catering yang sudah tersedia Sulitnya mencari data suplier yang sudah tersimpan
PenawaranCatering Untuk Perusahaan Oleh Diposting pada 26/03/2021 Berkah Catering menyediakan kebutuhan catering untuk event acara dan katering Baca Selengkapnya
Dalammembuat contoh laporan stok barang gudang, salah satu pilihan populer yang dipakai yaitu dengan spreadsheet secara sederhana sebagai berikut : 1. Langkah pertama yaitu dengan membuka spreadsheet atau lembar kerja. Setelah itu membuat format laporan dengan mengisi nama perusahaan, nama laporan dan periode laporan.
kSk6G. Proses produksi adalah kegiatan operasional utama dalam sebuah perusahaan manufaktur. Perusahaan akan menghitung biaya produksi, saat memulai proses pengolahan dari bahan baku hingga ke bahan siap pakai. Oleh karena itu, pengetahuan terkait biaya bahan baku adalah hal yang krusial bagi seorang pengusaha manufaktur. Karena tanpa bahan baku, tentu Anda akan kesulitan untuk memulai kegiatan produksi. Dalam mempersiapkan bahan baku, tentu memerlukan biaya tersendiri. Ketika berbisnis pastinya Anda tidak akan terlepas dari masalah keuangan atau Akuntansi. Sebagai seorang pengusaha, Anda perlu memperhitungkan segala sesuatunya dengan tepat agar mendapatkan keuntungan maksimal. Karena hal ini akan mempengaruhi harga jual barang. Sederhanakan proses accounting Anda dengan menggunakan Software Akuntansi berbasis online. Lalu apa pengertian biaya bahan baku itu sendiri dan tahapan dalam menghitungnya? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini. Baca juga Apa Itu Sistem ERP dan Kegunaannya untuk Bisnis Anda? Daftar Isi Pengertian Biaya Bahan Baku Biaya dalam Harga Pokok Bahan Baku Sistem Pembelian Bahan Baku Cara Menghitung Biaya Bahan Baku Kesimpulan Pengertian Biaya Bahan Baku Ketika suatu perusahaan manufaktur melakukan kegiatan operasional, tentunya akan selalu berkaitan dengan keuangan. Pada umumnya, biaya produksi menjadi salah satu yang paling menonjol dalam proses produksi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhitungkan raw material dengan tepat karena akan mempengaruhi nilai dari harga pokok barang, serta laba dan rugi yang akan perusahaan dapatkan. Untuk mempermudah pencatatan biaya produksi, pastikan Anda menggunakan Aplikasi Akuntansi Online yang tepat. Perusahaan tentunya memiliki tujuan untuk mengontrol kegiatan bisnis manufaktur mulai dari pembelian, proses produksi, hingga penjualan dan hal ini bisa didapatkan melalui Sistem Akuntansi terintegrasi milik HashMicro. Biaya bahan baku adalah biaya yang termasuk dalam biaya produksi, namun di luar dari BOP. Software ERP Akuntansi yang baik tidak hanya membantu perusahaan dalam proses produksi, tetapi juga harus dapat menekankan biaya produksi untuk meningkatkan cash flow perusahaan. Karena fungsi dari Sistem Akuntansi bertujuan untuk membantu mengotomatisasi pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, jurnal penyesuaian, pembuatan faktur. Biaya dalam Harga Pokok Bahan Baku Harga pokok bahan baku yang dibeli oleh perusahaan manufaktur tidak hanya berupa harga yang tercantum dalam faktur pembelian saja. Harga pokok bahan baku yang dibeli oleh perusahaan manufaktur tidak hanya berupa harga yang tercantum dalam faktur pembelian saja, tetapi meliputi Biaya-biaya pembelian Biaya pergudangan, Biaya Listrik, Biaya Pemeliharaan Reparasi, Biaya pengangkutan, Biaya-biaya perolehan lain. Hal-hal di atas termasuk ke dalam kategori BOP. Saat menghitung harga pokok penjualan, perusahaan bertujuan untuk Mendapatkan nilai suatu barang dagang, Menentukan harga jual, Memperkirakan keuntungan, Menilai efisiensi perusahaan, Menjadi dasar penilaian penyusunan neraca yang menyangkut penilaian terhadap aktiva, dan Sebagai pengawasan terhadap efisiensi biaya, khususnya biaya produksi. Lengkapi Form Berikut Ini dan Dapatkan Demo Software HashMicro GRATIS! Sistem Pembelian Bahan Baku Pada umumnya, ketika sebuah perusahaan ingin melakukan pembelian, perlu adanya surat-surat seperti surat permintaan pembelian, order pembelian, laporan penerimaan barang dan faktur pembelian. Oleh karena itu, HashMicro menghadirkan sebuah Software E-Procurement untuk membantu perusahaan Anda untuk mengontrol biaya procurement menjadi lebih efisien melalui sistem pembelian. Kelola pengajuan pembelian dari setiap cabang dan dapatkan penawaran terbaik dari supplier dengan Sistem E-Procurement terbaik. Permintaan pembelian bahan baku Hal pertama dalam tata cara pembelian bahan baku adalah permintaan pembelian bahan baku. Pada proses ini, divisi gudang berfungsi untuk mengajukan permintaan pembelian atau purchase request dalam formulir surat permintaan pembelian kepada divisi pembelian. Perusahaan baru bisa melakukan proses pembelian ketika persediaan gudang sudah berada di reorder point. Pemesanan pembelian Setelah menerima purchase request dan menemukan supplier yang tepat, divisi pembelian akan mengirimkan purchase order kepada supplier. Dengan menggunakan Software E-Procurement dari Hashmicro, Anda akan mendapatkan kemudahan dalam mencari supplier dengan penawaran terbaik. Penerimaan bahan baku Selanjutnya, bahan baku akan dikirimkan sesuai dengan harga dan waktu yang telah perusahaan sepakati dengan pihak supplier. Saat penerimaan, divisi yang bertugas wajib memeriksa bahan baku yang datang, mulai dari kuantitas, jenis bahan baku, kualitas dan spesifikasi bahan baku sesuai pesanan. Dan kemudian akan membuatkan laporan penerimaan barang dan selanjutnya diserahkan kepada divisi akuntansi. Pencatatan penerimaan Bahan baku yang ada di dalam gudang dicatat di dalam kartu gudang atau stock card dalam kategori masuk. Divisi Akuntansi akan memonitori catatan di stock card dalam bentuk kartu persediaan inventory card menjadi akun pembantu persediaan. Divisi gudang juga akan mencatat barang dalam bentuk kartu barang inventory tag dan akan menempelkannya di tiap penyimpanan barang. Pencatatan utang Pada proses ini, divisi akuntansi memeriksa setiap dokumen yang berhubungan dengan pembelian seperti surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari supplier serta memeriksa kecocokan harga dan jumlahnya. Lalu divisi akuntansi juga akan membuat pencatatan utang atau mengarsipkan dokumen sumber sebagai catatan utang. Cara Menghitung Biaya Bahan Baku Ada empat tahapan yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan perhitungan yang detail dan faktual. Di antaranya adalah Tahapan 1 Menghitung bahan baku terpakai dalam satu siklus waktu bulanan/mingguan/harian dengan rumus Bahan baku dipakai = saldo awal dari bahan baku + surplus biaya belanja untuk stok bahan baku+ongkos kirim – biaya barang sisa produk. Tahapan 2 Menghitung biaya produksi dalam satu siklus waktu bulanan/mingguan/harian dengan rumus Biaya produksi = bahan baku dipakai + biaya gaji tenaga kerja + biaya overhead usaha. Tahapan 3 Menghitung harga pokok produksi dalam satu siklus waktu bulanan/mingguan/harian dengan rumus Harga pokok produksi = Total biaya produksi + saldo belanja bahan baku – saldo sisa di akhir kembalian. Tahapan 4 Menghitung harga pokok penjualan dalam satu siklus waktu bulanan/mingguan/harian dengan rumus Harga pokok penjualan = Harga pokok produksi + persediaan barang stok awal – persediaan akhir barang siap dijual. Baca juga 5 Aplikasi Manufaktur Terbaik Berbasis Web Kesimpulan Dapat kita simpulkan bahwa biaya bahan baku adalah beban yang Anda keluarkan untuk bahan keseluruhan dalam proses produksi. Dan menghitung nya perlu dilakukan dengan tepat karena akan mempengaruhi nilai dari harga pokok barang, serta laba dan rugi yang akan perusahaan dapatkan. Selain itu, ada lima macam prosedur dalam sistem pembelian yang sering digunakan perusahaan Manufaktur, yaitu permintaan pembelian bahan baku, pemesanan pembelian bahan baku, penerimaan bahan baku, pencatatan penerimaan bahan baku, dan pencatatan utang. Ada empat tahapan untuk menghitung biaya bahan baku, mulai dari menghitung bahan baku yang dipakai, menghitung biaya produksi, lalu harga pokok produksi, dan terakhir harga pokok penjualan. Itulah pembahasan tentang pengertian biaya bahan baku, Sistem Pembelian dan cara menghitungnya yang harus Anda pahami. Ketika menjalankan sebuah usaha, hal ini merupakan hal yang krusial. Hal lain yang tak kalah krusial adalah, pastikan bahwa usaha manufaktur Anda berjalan dengan optimal. Tingkatkan efisiensi operasional bisnis manufaktur Anda dengan proses manufacturing yang flexible dan cost-efficient dengan HashMicro Manufacturing Software. Unduh skema perhitungan harganya agar Anda mendapatkan gambarannya secara lebih detail. Segera daftar dan dapatkan demo gratis dari HashMicro! Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Jonathan Kurniawan penulis konten yang memiliki passion yang dalam dalam menulis dan teknologi. Berkomitmen untuk menulis konten yang informatif, menarik, dan bermakna bagi pembaca, Jonathan terus menciptakan konten yang membuat pembaca merasa terhubung dan terinspirasi.
Cara Menghitung NTP Metode Mudah yang Wajib Anda Ketahui Harga jual produk terkadang menjadi perdebatan di kalangan pengusaha dan pedagang. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari biaya produksi, bahan baku, ongkos kirim, hingga keuntungan yang diinginkan. Untuk menentukan harga jual, salah satu cara yang digunakan adalah dengan menghitung NTP atau Nilai Tukar Pokok. Namun, apakah Anda sudah paham mengenai cara menghitung NTP? Jika belum, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! Apa Itu Nilai Tukar Pokok? Nilai Tukar Pokok atau NTP merujuk pada biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau menjalankan suatu usaha tertentu. NTP ini biasanya mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya produksi, biaya operasional, dan biaya lain-lain yang berhubungan dengan produksi atau usaha yang sedang dijalankan. Metode Menghitung Nilai Tukar Pokok Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung NTP, yaitu 1. Metode Full Costing Metode Full Costing merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan dalam menghitung biaya produksi atau NTP. Metode ini menghitung semua biaya yang berhubungan dengan produksi, termasuk biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan jumlah produksi, sementara biaya tetap adalah biaya yang sama meskipun volume produksi berubah. Dari total biaya tersebut, kemudian ditambahkan markup selisih antara harga jual dengan biaya produksi untuk mendapatkan harga jual yang diinginkan. 2. Metode Variable Costing Metode Variable Costing hanya menghitung biaya variabel yang berhubungan dengan produksi, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya variabel ini kemudian ditambahkan mark up untuk mendapatkan harga jual yang diinginkan. Untuk memperjelas penghitungan NTP menggunakan metode Full Costing, berikut adalah contoh penghitungan Biaya Jumlah Rp Bahan baku Rp Biaya tenaga kerja langsung Rp Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp Biaya overhead pabrik Rp Total biaya produksi Rp Dari tabel di atas, total biaya produksi adalah Rp Selanjutnya, dilakukan penghitungan mark up. Jika diinginkan keuntungan sebesar 20%, maka Mark up = harga jual – biaya produksi / biaya produksi x 100% Dimisalkan harga jual yang diinginkan adalah Rp Mark up = Rp – Rp / Rp x 100% = 41,18% Artinya, jika ingin memperoleh keuntungan sebesar 20%, maka harga jual yang harus ditetapkan untuk produk tersebut adalah Harga jual = biaya produksi + mark up Harga jual = Rp + 41,18% x Rp Harga jual = Rp Frequently Asked Questions FAQ Apa saja yang menjadi faktor penentu NTP? NTP dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung Biaya overhead pabrik Biaya operasional lainnya, seperti biaya transportasi dan biaya pemasaran Biaya produksi yang dianggap wajar untuk suatu kisaran produk Apakah NTP selalu sama untuk setiap produk? Tidak selalu. NTP dapat berbeda-beda tergantung dari jenis produk, volume produksi, serta perbedaan biaya produksi dan operasional yang digunakan. Kesimpulan Menghitung NTP merupakan bagian penting dalam menentukan harga jual suatu produk atau usaha. Metode Full Costing dan Variable Costing adalah dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung NTP. Selain itu, NTP dipengaruhi oleh banyak faktor dan dapat berbeda-beda untuk setiap produk. Dengan memahami cara menghitung NTP dengan baik, Anda dapat menetapkan harga jual yang tepat dan meraih keuntungan yang diinginkan.
Catering sehat menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan seiring tren gaya hidup sehat yang semakin populer di masyarakat. Ditambah lagi, dengan adanya kasus virus corona Covid-19 semakin membuat banyak orang mulai menerapkan gaya hidup sehat. Tak bisa dipungkiri, kasus virus corona yang menyerang seluruh dunia, termasuk Indonesia memang membuat orang semakin aware dengan kebersihan dan kesehatannya. Tak hanya menggunakan masker dan hand sanitizer yang laris di pasaran, vitamin serta makanan sehat pun terus diburu masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran virus corona yang semakin meluas. Pasalnya, tak bisa dipungkiri kalau menerapkan gaya hidup sehat bagi masyarakat perkotaan memang cukup sulit karena kesibukan kerja. Jadi, boro-boro membuat makanan sehat sendiri, menyempatkan waktu untuk olahraga saja sangat sulit dilakukan. Gak heran, banyak orang memilih untuk langganan catering makanan sehat agar tubuh tetap sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit. Salah satunya, corona. Lagipula, harga untuk satu porsi makanan sehat juga gak jauh berbeda dengan makanan yang biasa kamu konsumsi kok, yaitu kisaran Rp 50 ribu. Bahkan, harganya bisa lebih murah kalau kamu berlangganan. Nah, buat kamu yang ingin menjajal peruntunganmu dengan menjalankan bisnis catering sehat, Lifepal bisa bantu kamu membuat perhitungan modal dan memberi proyeksi keuntungannya. Yuk, langsung simak aja ulasannya di bawah ini Modal awal Berikut estimasi perhitungan modal awal yang akan kamu keluarkan untuk bisnis catering sehat. Harga yang tercantum merupakan harga pasaran di aplikasi belanja online. NoJenis barangHargaQTYTotal1Tempat makanRp dan garpu plastik 1 set isi 25Rp logo merekRp belanja kertasRp 500200Rp makanan serba organik 4 menuRp Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp kamu sudah bisa memulai bisnis catering makanan sehat sebanyak 100 box. Untuk meminimalisir modal, kamu bisa memanfaatkan perlengkapan dapur yang ada di rumah, mulai dari gas hingga rice cooker. Perhitungan keuntungan Jika kamu menjual satu box makanan sehat sebesar Rp 50 ribu. Berapa keuntungan yang akan kamu dapatkan jika laku 100 box? Berikut perhitungannya Harga per porsiJumlahTotalPenjualan bersihRp awalRp bersih – modal awal Rp – Rp Dari perhitungan di atas, diketahui kalau kamu bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp dengan menjual 100 porsi makanan sehat. Jika dipersentasekan, keuntungan yang kamu dapatkan sekitar 30 persen. Lumayan banget, kan? Untuk keuntungan bisnis catering sehat memang tidak bisa diraih terlalu besar karena bahan bakunya serba organik dan juga berkualitas. Tapi, kamu gak perlu khawatir, karena kamu bisa melakukan beberapa tips cerdik agar jualanmu laris manis di pasaran. Tips agar bisnis laris manis Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan agar bisnis catering sehat kamu laku dan disukai konsumen. Yaitu Buat menu makanan yang sesuai dengan target pasar kamu. Jika target kamu kaum millennial, kamu bisa membuat variasi makanan Indonesia dan juga western. Pilih bahan baku yang berkualitas. Pertahankan cita rasa agar konsumen tidak kecewa. Cantumkan resep dan bahan makanan pada box makanan agar konsumen mengetahui bahan apa saja yang ada pada makanan. Memasarkan lewat media sosial dengan membuat akun media sosial sendiri dan unggah foto dengan caption semenarik mungkin. Perluas jangkauan pemasaran dengan menjual di aplikasi transportasi online, seperti GoFood dan GrabFood. Memberikan harga diskon untuk konsumen yang ingin berlanggan setiap hari. Nah, itu dia estimasi perhitungan modal dan keuntungan menjalankan bisnis catering sehat yang bisa kamu lakukan untuk menambah pundi-pundi penghasilan setiap bulannya. Editor Chaerunnisa